Landasan Dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

Kata pengembangan memiliki banyak arti, pengembangan bisa diartikan
sebagai perubahan, pembaharuan, perluasan, dan sebagainya. Dalam pengertian
yang lazim, pengembangan berarti menunjuk pada suatu kegiatan yang
menghasilkan cara baru setelah diadakan penilaian serta penyempurnaanpenyempurnaan seperlunya. Surakhmad menjelaskan bahwa pengembangan adalah penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai
tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.

Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan
kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang
dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan
yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada umumnya, ahli
kurikulum memandang kegiatan pengembangan kurikulum sebagai suatu proses
yang kontinu, merupakan suatu siklus yang menyangkut beberapa kurikulum yaitu
komponen tujuan, bahan, kegiatan dan evaluasi.

Landasan Pengembangan Kurikulum

  1. Filosofis : Nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Landasan Filosofis dalam pengembangan kurikulum, yaitu akan membahas dan mengidentifikasi landasan filsafat dan ilmplikasinya dalam mengembangkan kurikulum. Filsafat membahas segala permasalahan manusia, termasuk pendidikan, yang disebut filsafat pendidikan. Filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik-praktik pendidikan, sedangkan praktik- praktik   pendidikan   memberikan   bahan-bahan   bagi pertimbangan filosofis. Keduanya sangat berkaitan erat. Hal inilah yang menyebabkan landasan filosofis menjadi landasan penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam penyusunan kurikulum di Indonesia yang harus diacu adalah Filsafat pendidikan pancasila. Filsafat pendidikan dijadikan dasar dan arah sedangkan pelaksanaanya melalui pendidikan.

2. Sosiologis : Nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang berlaku di masyarakat.

Landasan ini berfungsi dalam rangka menyiapkan warga masyarakat dengan baik. Sekolah berfungsi untuk mempersiapkan anak didik agar mereka dapat
berperan aktif di masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum sebagai alat dan
pedoman dalam proses pendidikan di sekolah harus relevan dengan kebutuhan dan
tuntutan masyarakat. Dengan demikian dalam konteks ini sekolah bukan hanya
berfungsi untuk mewariskan kebudayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat, akan
tetapi sekolah juga berfungsi untuk mempersiapkan anak didik dalam kehidupan
masyarakat. Oleh karenanya, kurikulum bukan hanya berisi berbagai nilai suatu
masyarakat akan tetapi bermuatan segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakatnya.
Sehubungan dengan penentuan asas sosiologis-teknologis inilah, kita perlu
mengkaji berbagai hal yang harus dipertimbangkan dalam proses menyusun dan
mengembangkan suatu kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan tututan
masyarakat.

3. Psikologis : Nilai-nilai asasi (fitrah) anak

Kurikulum merupakan pedoman bagi guru dalam mengantar anak didik
sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan. Secara psikologis, anak didik
memiliki keunikan dan perbedaan-perbedaan baik perbedaan minat, bakat,
maupun potensi yang dimilikinya sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Dengan alasan itulah, kurikulum harus memperhatikan kondisi psikologi
perkembangan dan psikologi belajar anak.

4. Yuridis : Ketentuan hukum yang berlaku

Kurikulum pada dasaranya adalah produk yuridis yang ditetapkan melalui keputusan menteri Pendidikan Nasional RI. Sebagai pengejawantahan dari kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif yang mestinya mendasarkan pada konstitusi/UUD. Dengan demikian landasan yuridis pengembangan kurikulum di NKRI ini adalah UUD 1945 (pembukaan alinia IV dan pasal 31), peraturan-peraturan perundangan seperti: UU tentang pendidikan (UU No.20 Tahun 2003), UU Otonomi Daerah, Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan, Surat Keputusan dari Dirjen Dikti, peraturan-peraturan daerah dan sebagainya.

Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum 

  1. Relevansi :
  • Eksternal : Kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan
  • Internal   : Antar komponen harus sesuai dan saling berkaitan

2. Fleksibel :

  • Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan
  • Diversifikasi kurikulum

3. Kontuinitas : Adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.

Daftar Pustaka

Power Point Presentasi Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd.

Dakir, H. 2004. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Rineka Cipta. Jakarta.

Suciari. 2012. Pengembangan Kurikulum. https://www.academia.edu/6205478/Pengembangan_Kurikulum_1. Diunduh pada tanggal 22 Oktober 2018

Putra, Andra. 2014. Landasan dan Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulumhttp://andraputraa.blogspot.co.id/2014/03/landasan-dan-prinsip-prinsip.html. Diunduh pada tanggal 16 Oktober 2018.

Sudrajat, Akhmad. 2008. Prinsip Pengembangan Kurikulumhttps://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum/. Diunduh pada tanggal 16 Oktober 2018.

 

https://www.uny.ac.id/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s